Kontribusi Hermeneutis 1 Raja-Raja 21 terhadap Konflik Agraria di Indonesia

Admadi Balloara Dase

Abstract


Agrarian conflict is a very classic discussion in Indonesia. It affects humanity and environmental issues. As many discriminations happens toward marginalized society, it’s needed to be a concern. The author will dialogue this issue with text 1 Kings 21. This event is almost the same with the text 1 Kings 21, about the seizure of land between King Ahab and Naboth. To investigate and review the meaning of 1 Kings 21, the author uses critical history method. In conclusion, greed is the cause, so there was a land seizure between King Ahab and Nabot which resulted in the killing of Nabot as a weaker person. However, God declared justice for His people, and declared judgment on King Ahab. The event like this also often occurred in Indonesian society, due to economic interests and the legitimacy of national development. However, it is unfortunate that the prophetic voice from the church could not be heard.

 

Abstrak

Konflik agraria merupakan persoalan yang sangat klasik di Indonesia. Konflik tersebut berdampak pada kemanusiaan, bahkan pada masalah lingkungan. Dengan banyaknya terjadi diskriminasi terhadap orang-orang marginal (tak berdaya) tentunya ini perlu menjadi perhatian. Penulis akan mencoba melihat impikasi dari teks 1 raja-raja 21 terhadap konteks saat ini. Peristiwa diskriminasi tersebut tentunya hampir sama terjadi dalam teks 1 Raja-raja 2, tentang perebutan tanah antara raja Ahab dan Nabot. Dalam menyelidiki dan mengkaji makna dari 1 Raja-raja 21, penulis mengunakan metode penafsiran kritik sejarah (historis). Kesimpulannya, keserakahan yang menjadi penyebab, sehingga terjadi perebutan tanah antara Raja Ahab dan Nabot yang mengakibatkan terbunuhnya Nabot sebagai yang lemah. Namun, Tuhan tetap menyatakan keadilannya bagi umat-Nya, dan menyatakan penghakiman kepada raja Ahab. Peristiwa tersebut juga sering terjadi dalam masyarakat Indonesia, dikarenakan kepentingan ekonomi dan legitimasi pembangunan nasional. Namun, sangat disayangkan gaungan suara kenabian dari gereja tak begitu terdengar.


Keywords


1 Kings 21; agrarian conflict; hermeneutics; oppression; 1 raja-raja 21; hermeneutik; konflik agrarian; penindasan

Full Text:

Klik PDF untuk baca isi artikel.

References


Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, Jakarta: Lembaga Alkitab

Indonesia (LAI), 2005

Alkitab Penuntun Hidup Berkelimpahan, Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia (LAI), 2007

Sabda Elektronik, V.4

Araf, Al dan Puryadi, Awan. Perebutan Tanah . Yogyakarta: Lappera, 2002.

Blommendal, J. Pengantar kepada Perjanjian Lama, diterjemahkan P. S Naipospos Jakarta:BPK Gunung Mulia, 2008.

Hayes, John H. Holladay, Carl R. Pedoman Penafsiran Alkitab, terjemahan Ioanes Rakhmat Jakarta: BPK. Gunung Mulia, 2013.

Henslin, James M. Sosiologi, dengan Pendekatan Membumi. Jakarta: Erlangga, 2006.

Karman, Yonky. Bunga Rampai Teologi Perjanjian Lama. Jakarta: BPK. Gunung Mulia, 2013.

Keoswahyuno, Imam. Sosiologi hukum dan perubahan. Jakarta:Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2009.

Komisi Kitab Suci Kepausan, Penafsiran Alkitab dalam Gereja, ter. Indra Sanjaya. Yogyakarta: Kansinus, 2007.

Lasor, W.S. Hubbarad, D.A. Bush, F.W. Pengantar Perjanjian Lama 1, terjemahan Werner Tan dkk Jakarta: BPK. Gunung Mulia, 2013.

Laffey, Alice L. “Tafsir I-II Raja-raja”. Dalam Tafsiran Alkitab Perjanjian Lama terjemahan A.S Hadiwiyata. Yogyakarta: Kanisius, 2002.

Muryanti, Damar D. Nugroho, Rokhiman. Teori Konflik & Konflik Agraria di Pedesaan, Bantul: Kreasi Wacana, 2013.

Puspito, Hendri. Sosiologi Agama. Yogyakarta: Kanisius, 1983.

Ramadhiani, Arimbi. 2017 “Konflik Agraria Dipicu Ekspansi Perkebunan, Properti, dan Infrastruktur”http://properti.kompas.com/read/2016/01/06/100000821/Sejak.2004.Konflik.Agraria.Mencapai.1.772.Kasus. (Di akses pada 13 Mei 2016).

Singgih, Emmanuel Gerrit. Dua Konteks. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2009.

______. Mengantisipasi Masa Depan. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2005.

Sumaryono, E. Hermeneutika Sebuah Metode Fisafat Yoyakarta: Kanisius, 1999.

Susanta, Yohanes Krismantyo. "Anak Manusia: Suatu Reinterpretasi terhadap Konsep Mesianis Yahudi." (2014). http://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/304 (diakses 25 Mei 2019).

Syahrizal, Darda. Kasus-kasus Hukum Perdata Indonesia. Yogyakarta:Pustaka Grhatama, 2011.

Upe, Ambo. Tradisi Aliran dalam Sosiologi. Jakarta: Rajawali pers, 2013.

Waluya, Bagja. Sosiologi Menyelami Fenomena Sosial di Masyarakat. Bandung: Setia Purna Inves, 2007.




DOI: https://doi.org/10.34307/b.v2i1.88

Article Metrics

Abstract telah dilihat sebanyak 110 kali
File PDF telah di download sebanyak 76 kali

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Add comment




is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs (CC BY-NC-ND).

ISSN LogoCrossref LogoScholar LogoGaruda LogoOne Search Indonesia LogoBase Search LogoScilit LogoDimensions Logocitefactor Logo

BIA': Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Kontekstual
Based on a work at: www.jurnalbia.com or jurnalbia.stakntoraja.ac.id
Online ISSN: 2655-4682 Printed ISSN: 2655-4666

BIA' © Published by STAKN Toraja. All Rights Reserved.