Teologi dan Etika Politik Dalam Gereja di Zaman Post-Modern

Alter I Wowor

Abstract


Humans are essentially human politics (zoon politikon), so that all the dynamics of human life must always be related to politics, both as a political subject and as an object driven by politics itself. It can be clearly stated that the dynamics of human life in a country must be in circulation of the subject and object at once. Ideally, whether it is entrusted as a political leader or as a society controlled by politics itself, both are political subjects. That is, those who are entrusted with directing and regulating state politics are clearly a subject that always deals with politics in a concrete way, but the general public is also a subject, meaning that all aspects of life and community activities influence the political world both directly and indirectly, or with in other words it can be said that every activity of the community both in the world of education, religion, social, law, etc. is a political responsibility to organize, control, and direct all aspects of life for the common good, so that briefly it can be said that society is the determinant politics itself and as a function of political control, both directly and indirectly.

 

Abstrak

Manusia pada hakikatnya adalah manusia politik (zoon politikon), sehingga seluruh dinamika kehidupan manusia pasti selalu berkenaan dengan politik, baik sebagai subjek yang berpolitik maupun sebagai objek yang digerakan oleh politik itu sendiri. Dengan jelas dapat dikatakan bahwa dinamika kehidupan manusia dalam suatu negara pasti berada dalam sirkulasi subjek dan objek sekaligus. Idealnya, baik yang dipercayakan sebagai pemimpin politik maupun sebagai masyarakat yang dikendalikan oleh politik itu sendiri, keduanya adalah subjek (pelaku) politik. Artinya, mereka yang dipercayakan mengarahkan dan mengatur politik negara jelas adalah subjek yang selalu bergelut dengan politik secara konkret , akan tetapi masyarakat umum juga adalah subjek, artinya segala aspek kehidupan dan aktivitas masyarakat membawa pengaruh bagi dunia politik baik  secara langsung maupun tidak langsung, atau dengan kata lain dapat dikatakan bahwa setiap aktivitas masyarakat baik dalam dunia pendidikan, agama, sosial, hukum, dan lain sebagainya menjadi tanggung jawab politik untuk menata, mengendalikan, dan mengarahkan semua aspek kehidupan tersebut demi kebaikan bersama, sehingga dengan singkat dapat dikatakan bahwa masyarakat adalah penentu politik itu sendiri dan sebagai fungsi kontrol politik, baik secara langsung maupun tidak langsung.


Keywords


politics, church, ethics, post-modern, politik, gereja, etika, post-modern

Full Text:

Klik PDF untuk baca isi artikel.

References


Baghi, Felix. Alteritas: Pengakuan, Hospitalitas, Persahabatan (Etika Politik dan Postmodernisme). Flores: Ledalero, 2012.

Kristiyanto, Eddy. Sakramen Politik: Mempertanggungjawabkan Memoria. Yogyakarta: Lamalera, 2008.

Küng, Hans. A Global Ethic For Global Politics and Economics. Translated by John Bowden. Munich: SCM Press Ltd, 1997.

Küng, Hans. Global Responsibility: In Search of A New World Ethic Translated by John Bowden. New York: The Crossroad Publishing Company, 1991.

Machiavelli, Niccolò. Discorsi di Niccolò Machiavelli, Cittadino et Segretario Fiorentino, Sopra la Prima Deca di Tito Livio, a Zanobi Buondelmonti, et a Cosimo Rucellai Translated by Parakitri T. Simbolon. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia, 2003.

Mendieta, Eduardo (Eds.). The Power of Religion In The Public Sphere. New York: Columbia University Press, 2011.

Moltmann, Jürgen. "The Cross and Civil Religion." In, edited by The Institute of Christian Thought. Religion and Political Society. New York: Harper & Row Publishers, 1974.

Nugroho, Riant dan Hanurita, Tri S. Tantangan Indonesia: Solusi Pembangunan Politik Negara Berkembang. Jakarta: PT Elex Media Komputindo, 2005.

Prihatanto, Jost Kokoh. MAP: Mimbar, Altar, dan Pasar. Yogyakarta: Lamalera, 2007.

Rapar, J.H. Filsafat Politik. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2001.

Susanta, Yohanes Krismantyo. "Persekutuan Allah Tritunggal Sebagai Model Persekutuan Dalam Bidang Politik Menurut Jürgen Moltmann." https://www.researchgate.net/publication/317168337_PERSEKUTUAN_ALLAH_TRITUNGGAL_SEBAGAI_MODEL_PERSEKUTUAN_DALAM_BIDANG_POLITIK_MENURUT_JURGEN_MOLTMANN (diakses 2 November 2018).




DOI: https://doi.org/10.34307/b.v1i1.23

Article Metrics

Abstract telah dilihat sebanyak 96 kali
File PDF telah di download sebanyak 64 kali

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Add comment




is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs (CC BY-NC-ND).

ISSN LogoCrossref LogoScholar LogoGaruda LogoOne Search Indonesia LogoBase Search LogoScilit LogoDimensions Logocitefactor Logo

BIA': Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Kontekstual
Based on a work at: www.jurnalbia.com or jurnalbia.stakntoraja.ac.id
Online ISSN: 2655-4682 Printed ISSN: 2655-4666

BIA' © Published by STAKN Toraja. All Rights Reserved.