Raputallang sebagai Konsep Konseling Kontekstual di Masyarakat Toraja

Ayub Alexander

Abstract


The Toraja people understand Raputallang as an expression of personifi-cation (symbolic) in which it expresses the meaning of family relations that are built based on flesh-blood relations (genealogy). The purpose of this research is to explain the concept of Raputallang as a counseling media for the people of Toraja. This research is motivated by the lack of impact and the limited reach of the counseling process carried out by the church to the Toraja people who are facing problems. Therefore, it is necessary to develop counseling media that can reach and provide a more effective impact to help the people of Toraja to improve the value of life which had declined due to the problems they faced. This study, using the theory of Community Counseling, was developed by Judith A. Lewis and colleagues. This paper use a qualitative research with a descriptive approach. The source of this research information are to minaa '(traditional leaders) and cultural observers in Toraja. This research shows that Raputallang becomes or is used as a medium for community counseling through a cultural awareness approach.

 

Abstrak: Masyarakat Toraja memahami Raputallang sebagai ungkapan personifi-kasi (simbolik) yang di dalamnya mengungkapkan makna relasi kekeluargaan yang terbangun berdasarkan hubungan darah daging (genealogi). Tujuan penelitian ini untuk mengkaji Raputallang sebagai media konseling masyarakat Toraja. Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurangnya dampak dan terbatasnya jangkauan dari proses konseling yang dilakukan oleh gereja kepada masyarakat Toraja yang sedang menghadapi permasalahan. Oleh sebab itu, perlu dikembangan media kon-seling yang bisa menjangkau dan memberikan dampak yang lebih efektif untuk membantu masyarakat Toraja meningkatkan nilai hidup yang sempat menurun akibat permasalahan yang dihadapinya. Penelitian ini, menggunakan teori Kon-seling Masyarakat yang di Kembangkan oleh Judith A. Lewis dan rekan-rekan. Penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber informasi penelitian ini ialah to minaa’ (tokoh adat) dan pemerhati budaya yang ada di Toraja.  Penelitian ini menunjukkan bahwa Raputallang menjadi atau dijadikan sebagai media kon-seling masyarakat melalui pendekatan kesadaran budaya.


Keywords


community counseling; contextual counseling; raputallang; Toraja society; konseling kontekstual; konseling masyarakat; masyarakat Toraja

Full Text:

Klik PDF untuk baca isi artikel.

References


Clifford, Geertz. Tafsir Kebudayaan, Yogyakarta: Kanisius, 1992.

Daan, Engel Jacob. Konseling Masalah Masyarakat, Yogyakarta: PT Kanisius, 2018.

______________. Konseling Pastoral dan Isu-isu Kontemporer, Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2016.

Hutabarat, Lebang Henriette, Tiku Rari, Christian Tanduk, dkk. Sejarah Gereja Toraja 1913-2013, Tana Toraja: Institute Teologi Gereja Toraja, 2011.

Kathryn, Geldard dan David Geldard. Membantu Memecahkan Masalah Orang Lain dengan Tehknik Konseling, Yogyakarta: Pustaka Pelajar 2018.

KBBI Online, https://kbbi.web.id, (diakses 4 April 2019).

Lewis, Judith A., Michael D. Lewis, dkk. Community Konseling- A Multicutural – Sosial Justice Persfektif, United States of America 2011.

Montilla, Esteban. Jurnal: Counseling in the República Bolivariana de Venezuela-Bolivarian Republic of Venezuela 2009.

Oktaviandi, Rantelino. “Simbolisme Tongkonan Persfektif Alukta” Sebuah Telaa Kritis, Magister, Tesis, Universitas Satya Wacana Salatiga, 2011.

Pon, Michael Nai Chiu (ed). Pilgrims and Citizens: Christian Social Engagements In East Asian Today, Adelaide: ATF Press, 2006

Pangarungan, Daud Arung. “Wawancara”, Toraja, Indonesia, 05 Agustus 2018

Rante, Urbanus Sampe. “Wawancara oleh penulis,” Toraja, Indonesia, 29 Juli 2018.

Ruruk, Yohanis. “Wawancara oleh penulis,” Toraja, Indonesia, 10 Agustus 2018.

Susabda, Yakub B. Konseling Pastoral-Pendekatan Konseling Pastoral Berdasarkan Integrasi Teologi dan Psikologi, Jakarta: BPK Gunung Mulia 2014.

Tribunnews, http://makassar.tribunnews.com/2019/03/08/angka-kasus-bunuh-diri-meningkat-di-toraja-2019-sudah-7-kasus, (diakses pada tanggal 06 Juni 2019).




DOI: https://doi.org/10.34307/b.v2i2.110

Article Metrics

Abstract telah dilihat sebanyak 62 kali
File PDF telah di download sebanyak 36 kali

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Add comment


is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs (CC BY-NC-ND).

ISSN LogoCrossref LogoScholar LogoGaruda LogoOne Search Indonesia LogoBase Search LogoScilit LogoDimensions Logocitefactor Logo

BIA': Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Kontekstual
Based on a work at: www.jurnalbia.com or jurnalbia.stakntoraja.ac.id
Online ISSN: 2655-4682 Printed ISSN: 2655-4666

BIA' © Published by STAKN Toraja. All Rights Reserved.